Wednesday, 3 February 2010 ; 4 Comments | 135 views
Rasanya seperti merasakan panasnya surga dan dinginnya neraka dengan koleksi album-album keluaran Rottrevore Records termasuk kedatangan “H.A.T.E” milik FUNERAL INCEPTION ini. Sebelum album ini, Rottrevore juga mengirim saya CD promo FI (FUNERAL INCEPTION yang hanya berisi dua lagu. Ketika itu paket bersetubuh dengan rilisan album terbaru ETERNAL MADNESS.
Wednesday, 23 September 2009 ; 8 Comments | 76 views
Saya selalu merasa lebih sulit jika mendapat sebuah rilisan album metal lokal yang tidak saya peroleh langsung dari label mereka atau dari band itu sendiri, karena biasanya label ataupun band tersebut dalam mengirim CD pasti menyertakan profil band, atau mungkin proses rekaman mereka sebagai salah satu petunjuk dan perbandingan untuk ditanggapi. Dan demikian pula dengan “Anatomy Of Perfect Bestiality” milik ASPHYXIATE ini, saya malah memperolehnya dari hadiah teman dari Jakarta yang kebetulan datang berlebaran ke Medan.
Wednesday, 23 September 2009 ; 5 Comments | 35 views
Saya tidak mengetahui tentang band ini sebelum saya membuka promo CD kiriman mereka dan melihat bagian profil kalau ternyata ARKAEA adalah pendatang baru bermuka lama. Ya, band California ini adalah projekan dua band. Pembauran antara industrial metal milik FEAR FACTORY dan metalcore milik THREAT SIGNALS. Yang pertama kali muncul di benak saya justru berpikir apakah ini semacam tandingan untuk DIVINE HERESY mengingat aroma permusuhan antara Dino Cazares yang kini menjadi motor dan gitaris DIVINE HERESY dengan mereka-mereka yang masih ada di FEAR FACTORY. Dan kenapa pula Raymond dan Christian Olde Wobers sepakat membentuk satu band beraroma metalcore seperti yang juga dimainkan DIVINE HERESY?
Tuesday, 22 September 2009 ; 2 Comments | 52 views
Apa yang terlintas jika mendengar metalcore Jerman? CALIBAN? HEAVEN SHALL BURN? atau mungkin NEAERA? Yah, ketiga band tersebut memang terdengar lebih famous tentunya bagi kalian pecinta metalcore. Namun bagaimana dengan SOULGATES DAWN? Apa terasa asing? Bisa jadi, padahal mereka juga memainkan metalcore dan sama-sama berasal dari Jerman. Band ini sendiri bukan pendatang baru karena mereka telah muncul sejak tahun 2001 dan “Messiah” adalah album ketiga mereka.
Monday, 21 September 2009 ; 4 Comments | 116 views
John Gallagher memang benar-benar gila dan bagi orang ini tidak ada kata menyerah sama sekali meski sekali lagi kita harus diingatkan bagaimana kedigdayaan DYING FETUS diuji di tahun 2001 dengan keluarnya semua personil kecuali Gallagher untuk membentuk satu band ‘tandingan’ bernama MISERY INDEX.
Saya pikir sejak kemunculan THE BLACK DAHLIA MURDER yang mengcutting genre death metal dan kefamousan mereka untuk mempengaruhi beberapa band membuat genre deathcore berkembang begitu pesat. Banyak band baru yang terus bermunculan dengan talenta-talenta luar biasa apalagi untuk melakukan promo mereka didukung oleh situs jejaringan seperti MySpace dan YouTube. Inilah yang membuat SUICIDE SILENCE menjadi besar seperti sekarang untuk berlabuh ke Century Media sejak rilisan debut mereka di tahun 2007.
Sebagai band muda bertalenta tinggi dan bergabung di label besar, SUICIDE SILENCE kerap disandingkan dengan JOB FOR A COWBOY yang secara kebetulan pula di tahun 2009 keduanya merilis album baru. Hei…., tunggu dulu tentunya yang kita bahas kali adalah tentang “No Time To Bleed” yang dimuntahkan punggawa SUICIDE SILENCE.
Death metal mana yang tak mengenal SUFFOCATION. Nama-nama seperti SUFFOCATION, OBITUARY, DYING FETUS, CANNIBAL CORPSE serta DYING FETUS adalah segelintir nama yang menjadi pegangan wajib bagi pengaku pecinta death metal sejati.
Sejak terbentuk di tahun 1990, death metal New York ini tidak ingin merubah musik mereka menjadi lebih lembut dan “Blood Oath” hadir dengan penawaran yang lebih kurang sama dengan album-album sebelumnya. Hebatnya meski sempat bubar dan reuni kembali di tahun 2002, saya pikir album ini terdengar lebih baik bila membandingkannya dengan “Souls To Deny” di tahun 2004 dan “Suffocation” di tahun 2006. Yang secara singkat saya mencoba menggambarkan kalau inilah rilisan terbaik mereka pasca reuni. Apalagi mereka seperti sengaja mempersiapkannya setelah rilisan “The Best Of…” setahun sebelumnya.
Tidak sedikit yang mengamini kalau salah satu album yang paling di-most wanted tahun 2009 adalah rilisan quartet Atlanta, MASTODON. Banyak yang merasa penasaran tentang penawaran apa yang akan dilakukan oleh Troy Sanders di album penuh keempat mereka tersebut setelah merilis “Blood Mountain” di tahun 2006 lalu. Dan ini juga menjadi rilisan kedua mereka bersama major label.
Dalam sebuah wawancara di media online , Chris Adler, drummer LAMB OF GOD pernah menyatakan bahwa album ini akan mengejutkan banyak orang. Apakah pernyataan tersebut hanya untuk memancing orang agar untuk mendengarkan album Wrath, ataukah hanya simbolisasi dari perubahan di sisi musik LAMB OF GOD, kita tidak pernah tahu, tetapi “Wrath” benar benar sebuah album yang memberikan terobosan dalam konsep bermusik LAMB OF GOD secara keseluruhan.
Wednesday, 31 December 2008 ; 1 Comment | 18 views
Chris Barnes adalah salah satu nama besar dalam scene death metal dunia dan dengan nama besar itu pula menjadi tanggung jawab terbesarnya sebagai salah satu nyawa yang paling utama di SIX FEET UNDER. Pria yang memulai awal karirnya bersama TIRANT SIN tersebut memperoleh nama besarnya sejak bergabung di CANNIBAL CORPSE sejak merilis “Eaten Back To Life”.
YOU CAN BUY IT AT: MEDAN
* Distro Berontak Zine
* Fateful Distro
* Death or Glory
* Greyside
* Poison Ivy
* Rhybuck Records
* Gertak Bumi Prods SIDIKALANG
* Biji Kopi Records JAKARTA
* Twins Music Blok M
* Badai Records DEPOK
* Teriak Records BANDUNG
* Surga Distro
* Horrible Creation CIREBON
* Inviolable Music SIDOARJO
* Henceforth Records MAKASSAR
* Psychosm Prods
Contact / Snail Mail
BERONTAK ZINE
c/o Roy Romero
Lantai 2 Samudera Net 3
Jl. Jamin Ginting No. 852 Padang Bulan Medan 20156
INDONESIA Mobile :
+626177480666 Email : royromero [at] berontakzine.com
1998 - 2010
[ Berontak Zine ] Existence
Web Design and Maintenance By Roy Romero [06177480666]